Postingan

PEMBERSIHAN RASA DALAM KAWRUH SEJATI

Gambar
Kajian Serat Nawa Malaning Rasa. (Pembersihan Rasa dalam Kawruh Sejati) Pendahuluan. Dalam Kawruh Sejati, manusia tidak hanya dituntut untuk memiliki pikiran yang benar, tetapi juga memiliki rasa yang bening. Pikiran yang mampu memahami kenyataan belum cukup apabila hati masih dipenuhi berbagai gejolak yang mengaburkan hubungan manusia dengan sesama, alam, dan kehidupan. Karena itu, setelah pengendalian cipta, diperlukan pula pembersihan rasa. Serat Nawa Malaning Rasa membahas berbagai rereged pangraos yang dapat menjadi penghalang weninging manah. Rereged tersebut tidak berbentuk benda yang dapat dilihat, tetapi dapat dikenali melalui perubahan sikap, ucapan, dan cara seseorang menjalani kehidupan. Ketika rasa telah tertutup, manusia dapat kehilangan kepekaan terhadap keindahan, kasih, ketenteraman, dan makna kehidupan. Pembersihan rasa bukan berarti membuang perasaan atau menjadikan manusia tanpa emosi . Sebaliknya, pembersihan rasa adalah usaha mengembalikan rasa kepada keadaan y...

PENGENDALIAN CIPTA DALAM KAWRUH SEJATI

Gambar
Kajian Serat Nawa Malaning Cipta (Pengendalian Cipta dalam Kawruh Sejati) Pendahuluan. Dalam Kawruh Sejati, perubahan hidup tidak dimulai dari banyaknya pengetahuan yang dimiliki manusia, melainkan dari kemampuan menata batinnya sendiri. Salah satu bagian terpenting dalam penataan batin adalah pengendalian cipta. Cipta merupakan daya untuk berpikir, memahami, menimbang, dan menentukan arah sebelum rasa serta karsa diwujudkan menjadi tindakan. Karena itu, keadaan cipta sangat menentukan kualitas kehidupan manusia. Serat Nawa Malaning Cipta mengajarkan bahwa cipta dapat tertutup oleh berbagai “ malaning cipta ”, yaitu rereged batin yang membuat pandangan manusia menjadi keruh. Rereged tersebut tidak selalu tampak dari luar. Bahkan, seseorang dapat terlihat baik dalam perkataan dan perilakunya, sementara di dalam dirinya masih terdapat pamrih, prasangka, kesombongan, iri, kebencian, ketakutan, keinginan menguasai, atau ketidakpuasan yang terus-menerus. Karena itu, pengendalian cipta b...

CIPTA, RASA, KARSA DAN BUDI LUHUR

Gambar
Cipta, Rasa, Karsa, dan Budi Luhur Memahami Makna Tembang tentang Laku dan Pembentukan Diri Pendahuluan. Tembang Jawa tidak hanya memiliki keindahan dalam susunan kata dan iramanya. Di dalamnya sering tersimpan piwulang yang mengajak manusia memahami dirinya sendiri, melihat kelemahan batinnya, serta menata cara hidup agar menjadi lebih baik. Salah satu tembang yang memiliki kandungan piwulang demikian adalah tembang yang menggambarkan perjalanan manusia dari potensi budi luhur, menghadapi berbagai godaan batin, hingga kembali kepada kesadaran untuk menghadap Hyang Agung. Tembang tersebut pada dasarnya berbicara tentang manusia sebagai makhluk yang memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan yang baik. Manusia dibekali cipta untuk berpikir, rasa untuk menghayati, dan karsa untuk menentukan kehendak serta tindakan. Ketiganya menjadi dasar pembentukan budi. Apabila cipta, rasa, dan karsa tertata, t...

9 PRINSIP MEMAHAMI KEHIDUPAN

Gambar
9 Prinsip Memahami Kehidupan Kajian Serat Nawa Tataraning Panguripan Janma Pendahuluan. Memahami kehidupan tidak cukup hanya dengan melihat apa yang tampak di hadapan mata. Manusia menjalani kehidupan melalui tubuh, daya hidup, rasa, cipta, kehendak, kesadaran diri, hingga hubungan dengan seluruh tatanan kehidupan. Karena itu, kehidupan memiliki kedalaman yang perlu dipahami secara bertahap. Dalam kerangka Kawruh Sejati Uttamopadesa , pemahaman tersebut dapat dilihat melalui Serat Nawa Tataraning Panguripan Janma , yaitu sembilan tataran yang menggambarkan perjalanan kehidupan manusia dari keadaan yang paling dekat dengan pengalaman sehari-hari menuju pemahaman yang semakin dalam tentang kehidupan . Kesembilan tataran itu dapat dirumuskan sebagai sembilan prinsip memahami kehidupan. Prinsip tersebut bukan sekadar pembagian tingkat kehidupan, melainkan cara untuk melihat diri , memahami pengalaman , mengolah batin , dan menjalani kehidupan secara lebih selaras. Pada akhirnya, pemahaman...