Postingan

RUANG KEBERSAMAAN DALAM PERJALANAN PENGHAYATAN

Gambar
Setiap pemahaman mengenai kehidupan membutuhkan ruang untuk dipelajari, dihayati, dan diwujudkan. Pengetahuan yang hanya berhenti sebagai gagasan akan sulit memberikan perubahan apabila tidak berhubungan dengan kehidupan manusia. Karena itu, keberadaan sebuah wadah penghayatan mempunyai arti penting bagi proses pengembangan pemahaman secara bersama. Dalam konteks Kawruh Uttamopadesa , Paguyuban LESTARI Uttamopadesa hadir sebagai ruang kebersamaan bagi mereka yang menjadikan kawruh tersebut sebagai dasar dalam memahami dan menghayati kehidupan. LESTARI bukan sekadar tempat berkumpul. Paguyuban dapat menjadi ruang untuk belajar, bertukar pemahaman, melakukan perenungan, serta melihat bagaimana suatu pemahaman diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, hubungan antara LESTARI dan Kawruh Uttamopadesa tidak hanya berada pada tingkat nama atau identitas. Hubungan tersebut terletak pada proses penghayatan yang menjadikan kawruh sebagai pedoman dalam memahami diri dan kehidupa...

JALAN PENATAAN CIPTA, RASA DAN KARSA

Gambar
Manusia menjalani kehidupan melalui berbagai kemampuan yang ada dalam dirinya. Ia berpikir, merasakan, menghendaki, mengambil keputusan, dan kemudian mewujudkan semuanya dalam tindakan. Dalam Kawruh Uttamopadesa , cipta, rasa, dan karsa memiliki kedudukan penting karena ketiganya menentukan arah kehidupan manusia. Dalam konteks tersebut, Nawa Sembah Uttamopadesa dapat dipandang sebagai salah satu kerangka untuk menata hubungan antara kehidupan lahir dan batin. Sembah tidak hanya berkaitan dengan tindakan pengabdian, tetapi juga dengan bagaimana manusia membentuk kejernihan cipta, ketulusan rasa, dan keutamaan karsa. Uraian mengenai sembilan tahapan sembah dapat dibaca lebih lengkap dalam Nawa Sembah Uttamopadesa . Cipta sebagai Dasar Pemahaman. Cipta berkaitan dengan kemampuan manusia untuk berpikir dan memahami. Pikiran yang tidak tertata dapat dipengaruhi prasangka, kepentingan, kesombongan, dan berbagai dorongan yang membuat manusia sulit melihat sesuatu secara jernih. Karena itu,...

KAWRUH URIP SEJATI UTTAMOPADESA

Gambar
Kawruh Urip Sejati dalam kerangka Kawruh Uttamopadesa dikenal sebagai Purnata Jiwana Uttamopadesa . Purnata Jiwana merupakan rumusan yang disusun oleh Dhimas Purnomo dalam pengembangan Kawruh Uttamopadesa untuk membahas hakikat dan tatanan kehidupan manusia. Kedudukan tersebut penting untuk dipahami karena istilah Kawruh Urip Sejati dan Purnata Jiwana bukan menunjuk pada dua kawruh yang berbeda . Purnata Jiwana Uttamopadesa merupakan sebutan atau rumusan Kawruh Urip Sejati dalam kerangka Uttamopadesa. Pembahasan Purnata Jiwana karena itu berangkat dari pertanyaan mendasar mengenai kehidupan, yaitu apa yang dimaksud dengan urip, bagaimana manusia memahami panguripan, bagaimana kesadaran berhubungan dengan kehidupan, dan bagaimana pemahaman tersebut diwujudkan dalam laku. Urip sebagai Panguripan. Urip bukan hanya keadaan biologis bahwa tubuh masih hidup. Manusia dapat disebut hidup secara jasmani, tetapi persoalan mengenai kehidupan tidak berhenti pada keberlangsungan tubuh. Manusia...

HAKIKAT KAWRUH UTTAMOPADESA

Gambar
Kawruh Uttamopadesa disusun oleh Dhimas Purnomo sebagai suatu kerangka kawruh yang membahas hakikat kehidupan manusia, hakikat diri, kesadaran, serta tuntunan laku untuk menjalani kehidupan secara lebih murni, sadar, dan luhur . Kawruh Uttamopadesa tidak ditempatkan sebagai agama, dogma, aliran kepercayaan, ritual gaib, klenik, maupun ajaran tentang kesaktian. Ia merupakan kawruh tentang kehidupan yang diarahkan untuk dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam laku nyata. Hakikat Kawruh Uttamopadesa tidak terletak pada banyaknya istilah, konsep, atau pengetahuan yang dapat dipelajari. Hakikatnya terletak pada perubahan manusia melalui pemahaman yang benar tentang kehidupan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari . Karena itu, kawruh tidak berhenti pada tataran pemikiran, tetapi harus menemukan bentuknya dalam cipta, rasa, karsa, dan laku. Kawruh tentang Hakikat Kehidupan. Kawruh Uttamopadesa berangkat dari pertanyaan mendasar mengenai kehidupan, yaitu dari mana kehidupan beras...

PURNATA JIWANA, PROSES MENJADI UTUH

Gambar
Kehidupan manusia bukan sesuatu yang berhenti pada satu keadaan. Manusia terus bertumbuh, belajar, mengalami perubahan, menghadapi keberhasilan, mengalami kegagalan, bertemu dengan berbagai keadaan, serta menemukan pengalaman baru sepanjang perjalanan hidupnya. Karena itu, keutuhan kehidupan tidak selalu dapat dipahami sebagai sebuah keadaan akhir. Manusia dapat menjadi lebih matang melalui pengalaman. Pemahaman dapat berubah setelah seseorang menemukan kenyataan baru. Sikap dapat diperbaiki setelah menyadari kesalahan. Cara memperlakukan sesama dapat berkembang melalui pengalaman hidup. Dengan demikian, menjadi utuh merupakan sebuah proses dalam kehidupan. Gagasan mengenai proses menuju keutuhan tersebut mempunyai hubungan dengan Purnata Jiwana Uttamopadesa , sebuah wedharan yang disusun oleh Dhimas Purnomo dalam kerangka Kawruh Uttamopadesa . Purnata Jiwana menempatkan kehidupan manusia sebagai perjalanan untuk terus menata diri melalui keselarasan cipta, rasa, dan karsa. Keutuhan B...